JAKARTA | LensaReporter.com 11 Juli 2026 – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) bersama anak perusahaan dan afiliasi di Zona 9 Kalimantan secara resmi meluncurkan Gerakan GEMAS (Gerakan Eliminasi Plastik Sekali Pakai, Mulai Pilah Sampah, Aplikasi Prinsip 4R, dan Semua Beraksi). Diluncurkan bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, inisiatif ini menandai transformasi komitmen ESG perusahaan dari sekadar program seremonial menjadi “DNA” operasional yang terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari pekerja maupun masyarakat sekitar.
Peluncuran Gerakan GEMAS yang mencakup eliminasi botol plastik sekali pakai di kantor, edukasi pemilahan sampah, penyediaan infrastruktur pengelolaan limbah (komposter & bank sampah), inovasi ekonomi sirkular melalui budidaya maggot (Black Soldier Fly), serta rehabilitasi ekosistem pesisir dan daratan.
* Pencetus: General Manager Zona 9 PHI, Dadang Soewargono.
* Pelaksana Lapangan: PEP Sangatta Field, PEP Sangasanga Field, PEP Tanjung Field, dan PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS).
* Mitra Strategis: Dinas Lingkungan Hidup Kaltim & Tabalong, Universitas Mulawarman, Bank Sampah Samboja, pemerintah desa, serta ribuan siswa/mahasiswa di wilayah operasi.
Diluncurkan pada hari Sabtu, 11 Juli 2026, sebagai puncak rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.
Tempat Acara
Wilayah operasi Zona 9 PHI yang meliputi Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan, dengan titik fokus kegiatan di Balikpapan, Sangatta, Sangasanga, Muara Jawa, Samboja, dan Kabupaten Tabalong.
Mengapa Harus Ada
* Mitigasi Polusi Plastik: Menekan volume sampah plastik sekali pakai dan mikroplastik yang mencemari lingkungan.
* Implementasi ESG Nyata: Mewujudkan prinsip Environmental, Social, and Governance melalui perubahan perilaku individu dan sistem pengelolaan limbah yang berkelanjutan.
* Ekonomi Sirkular: Mengubah limbah organik menjadi sumber daya bernilai ekonomis (pupuk/pakan) sekaligus mencegah penyakit.
* Dukungan SDGs: Berkontribusi langsung pada tujuan pembangunan berkelanjutan terkait konsumsi bertanggung jawab, aksi iklim, dan ekosistem darat/laut.
Struktur Berdasarkan
GM Zona 9 Dadang Soewargono menegaskan bahwa GEMAS harus dimulai dari kebiasaan sederhana seperti membawa tumbler pribadi.
Implementasinya dilakukan secara masif melalui tiga
pilar: (1) Edukasi ke kampus dan sekolah dasar; (2) Infrastruktur berupa penyaluran tempat sampah terpilah dan fasilitas komposter ke sekolah-sekolah binaan; serta (3) Inovasi & Kolaborasi lewat budidaya maggot di Taman 10K, kerja sama dengan Bank Sampah Samboja, penanaman 150 bibit mangrove di Teluk Lombok, dan apel lingkungan bersama Pemkab Tabalong.
Pendekatan holistik ini memastikan keberlanjutan industri energi berjalan seiring dengan pelestarian alam dan pemberdayaan masyarakat.
Erick.H / Redaksi
