JAKARTA β lensareporter.com Dewan Pers menggelar audiensi bersama perwakilan Google Asia-Pasifik di Jakarta, Senin (27/7/2026). Pertemuan strategis ini difokuskan untuk membahas draf Revisi Undang-Undang (UU) Hak Cipta yang tengah menjadi sorotan berbagai pemangku kepentingan di industri media digital.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah poin krusial diangkat ke permukaan, mulai dari mekanisme kompensasi atas penggunaan karya jurnalistik oleh platform digitalβtermasuk perdebatan antara skema Business-to-Business (B2B) dan Lembaga Manajemen Kolektif (LMK)βhingga isu transparansi algoritma mesin pencari. Selain itu, diskusi juga menyentuh pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) bagi para jurnalis serta pentingnya perlindungan khusus bagi media lokal agar tidak tergerus dominasi raksasa teknologi.

Menanggapi dinamika tersebut, Dewan Pers menekankan perlunya pendekatan regulasi yang seimbang. Organisasi ini mendesak adanya desain “jalan ketiga” dalam revisi UU Hak Cipta. Konsep ini diharapkan mampu menjamin kebebasan pers dan aliran informasi yang sehat, sekaligus menghadirkan kompensasi ekonomi yang adil bagi perusahaan pers dan wartawan.
“Dewan Pers menekankan pentingnya mendesain ‘jalan ketiga’ regulasi yang mampu menjamin kebebasan pers sekaligus menghadirkan kompensasi ekonomi yang adil bagi media tanpa menghambat perkembangan ekosistem digital,” demikian pernyataan resmi terkait pertemuan tersebut.

Langkah ini merupakan respons atas kekhawatiran bahwa tanpa regulasi yang tepat, ekosistem jurnalisme nasional bisa mengalami kerugian materiil akibat eksploitasi konten oleh platform teknologi tanpa pembagian hasil yang proporsional. Audiensi ini juga menjadi momentum untuk memastikan bahwa kemajuan teknologi, khususnya AI, dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas jurnalisme, bukan justru mematikan profesi insan pers.
Hingga saat ini, pembahasan revisi UU Hak Cipta masih terus bergulir di tingkat pemerintah dan DPR, dengan melibatkan berbagai asosiasi media seperti AMSI, AJI Indonesia, dan konstituen Dewan Pers lainnya.
(Aris)
