lesareporter.co- Medan 25 Juli 2026 Dugaan adanya Mafia Perbankan di BNI jln pemuda medan mencuat terkait salah satu korban ibu flora Silvia Ingrid panjaitan pemilik ruko dua tingkat di jln Sisingamangaraja medan di depan gg jln sempurna.
Objek di jual dengan pak Marianto sebesar 3.4 M di Akadkreditkan pada tahun 2011 dari ( pemilik ruko) ibu flora ke Bank BNI di jln pemuda medan pembayaran pertama sebesar 1.9 M di tanggal 7 Desember 2011.
Anehnya objek (ruko dua tingkat) bisa di jual dengan pihak Bank BNI jln pemuda (ibu fretina Natalia Maha) menjual tanpa ada PBG ke pak Amarianto , hingga pemblokiran di rekening ibu flora sebagai pemilik bangunan.
Setelah dua puluh tahun hal ini di tanyakan ibu flora untuk membuka fblokiran rekening tabungan BNI namun pihak Bank mengatakan tidak bisa, hal ini menimbul kan kecurigaan bagi ibu flora.
Atas kecurigaan tersebut ibu flora meminta LSM pakar untuk mendampingi nya dan sebagai pemberi kuasa ke ketua umum nya ( ketua DPP serikandi ) langsung ibu Elyta untuk meminta tolong menyelesai kan hal ini .
Ketua Eliyta di dampingi Ketua umum DPP LSM pakar Atan Gantar gultom ibu flora sebagai pemilik ruko dan kedua orang tuanya pun menelusuri hingga di taggal 16 Juli 2026 hari Kamis pukul 10 wib menjumpai pihak Bank BNI di lantai V jln pdmuda no 12 medan Bertemulah dengan beberapa staf Bank di antaranya ibu Gina sebagai kuasa hukum dari pihak Bank dan ibu Fretina Natali Maha sebagai Head Of RCR Regional 1 .
Saat ibu Eliyta menanya kan penyebab pemblokiran hingga tidak di buka dan uang pelunasan objek sampai sekarang belum di bayarkan oleh pihak Bank
” Selamat siang buk kenapa pelblokoran atas nama ibu flora Silvia inggrid tidak bisa di buka dan kenapa sampai dua puluh tahun uang sisa dari pembayaran ruko tersebut belum di bayarkan ” Ujar Eliyta.
Dari pihak Bank ya itu ibu Fretina menjawab ” Maaf buk pemblokiran di lakukan karna adanya permintaan dari ibu flora pemilik ruko dan uang sisa sudah di bayarkan lunas ke rekening bank mustika sebesar 1.493.565.000.865 M ” Ujarnya dengan lantang.
Hal ini menimbul kam perdebatan karna menurut ibu flora yang pada saat itu ikut mengatakan ” Saya tidak punya simpanan di Bank mustika ” Tegasnya.
Hal ini makin menbulnkan kecurigaan dari pihak kelurga dan Ketua DPP serikandi LSM pakar beserta Ketua Umum Atan Gantar gultom di hati yang sama mereka pun mengecek ke bank mestika ternyata benar bahwasan nya atas nama ibu frora Silvia inggrid panjaitan tidak pernah ada namanya di Bank mustika.
Hal ini makin jelas adanya dugaan Mafia Perbankan di badan Bank BNI jlan pemuda medan, terutama ibu fretina Natali Maha diduga otak dari semua ini.
Harapan dari Ketua Umum DPP LSM pakar Atan Gantar gultom saat konfrensi pres iya mengatakan ” Usut dan tangkap diduga ada Mafia di badan Bank BNI jalan Pemuda , di duga ibu Fretina ini la biang dari segalanya karna menurut informasi yang terpercaya dari staf di Bank itu sendiri uang yang hampir satu koma lima Miliyar ini di duga sudah di bagi – bagikan ke staf Bank BNI yang sudah pensiun, jika tidak ada etikad baik, kami akan laporkan ke pihak berwajib tentang hal ini dan kami juga akan melakukan aksi demo besar – besaran ke Bank BNI jln pemuda ” Pungkasnya.
Saat di komfirmasi lewat Wsha’ ap sampai berita ini di naikan dari pihak Bank BNI masih tetap bungkam .
