BANJARMASIN, lensareporter.com – Penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi fokus utama dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Bidang Lalu Lintas Tahun Anggaran 2026 yang digelar Polda Kalimantan Selatan di Gedung Auditorium Polda Kalsel, Kamis (23/7/2026). Selain mengevaluasi strategi pelayanan, ajang ini secara khusus menghadirkan sesi motivasi guna menginternalisasikan nilai-nilai Polantas KARIB (Kemitraan Aktif, Responsif, Intuitif, Berintegritas) kepada seluruh jajaran.
Direktur Lalu Lintas Polda Kalsel, Kombes Pol Dr M Fahri Siregar SH SIk MH, menyatakan bahwa Rakernis tahun ini bertujuan menyamakan persepsi para Kasat Lantas dan Kanit di wilayah hukumnya. Langkah strategis ini dinilai krusial untuk merealisasikan program Polantas KARIB demi mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang semakin optimal di Kalimantan Selatan.
Pelayanan Humanis dan Berbasis Riset
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kapolda Kalsel, Irjen Pol Dr Rosyanto Yudha H SIk. Ia menekankan pentingnya profesionalisme, responsivitas, dan pelayanan humanis. Anggota Polantas dituntut mampu menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dengan mengedepankan integritas serta pendekatan berbasis kebutuhan publik.
Rakernis juga menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi. Kepala Pusat Studi Ilmu Kepolisian Universitas Lambung Mangkurat, Assoc Prof Dr Hj Rahmida Erliyani SH MH, memaparkan peran kepolisian dalam dinamika hukum modern. Sementara itu, Staf Ahli Kakorlantas Polri sekaligus peneliti keselamatan jalan, Tri Cahyana MSc PhD, menyajikan strategi keselamatan lalu lintas berbasis riset. Paparan tersebut mengonfirmasi bahwa faktor manusia masih menjadi penyebab dominan kecelakaan, sehingga peningkatan kompetensi teknis harus berjalan beriringan dengan penguatan mental dan kualitas pelayanan.

Senam Otak dan Hipnoterapi untuk Kesehatan Mental
Sebagai respons atas temuan tersebut, Polda Kalsel menghadirkan Motivator Nasional sekaligus Direktur Thanks Institute Indonesia, Dr Ketut Abid Halimi SPdI MPd CHt, untuk membekali mental para peserta. Pembekalan ini dikemas secara interaktif melalui metode senam otak, senam hati, dan hipnoterapi motivasional.
Ketiga metode ini dirancang untuk membantu personel meningkatkan konsentrasi, mengelola stres akibat tingginya beban tugas, mengasah kecerdasan emosional, serta membangun pola pikir positif. Melalui senam otak, peserta dilatih meningkatkan fokus dan ketepatan pengambilan keputusan di lapangan. Senam hati mengajak refleksi diri guna menumbuhkan empati, sementara hipnoterapi digunakan untuk memperkuat komitmen berintegritas.
“Menjadi Polantas bukan sekadar mengatur arus kendaraan, melainkan menghadirkan rasa aman bagi masyarakat. Ketika pikiran terlatih untuk fokus, hati dipenuhi empati, dan mental tetap kuat, pelayanan yang diberikan akan melahirkan kepercayaan publik,” tegas Dr Ketut Abid Halimi.
Transformasi Pelayanan Lewat Karakter
Antusiasme peserta tampak tinggi sepanjang sesi berlangsung. Para personel tidak hanya memperluas wawasan pengembangan diri, tetapi juga mempraktikkan langsung teknik-teknik yang dapat diterapkan dalam menunjang tugas sehari-hari.

Rakernis ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada pemenang Call for Papers serta cenderamata kepada narasumber. Melalui kegiatan ini, Polda Kalsel menegaskan bahwa transformasi pelayanan lalu lintas tidak hanya bertumpu pada kemampuan teknis dan inovasi, tetapi juga pada penguatan karakter, kesehatan mental, dan budaya melayani demi menghadirkan semangat Polantas KARIB yang sesungguhnya di tengah masyarakat.
(Redaksi LR)
