KEPULAUAN SERIBU | LensaReporter.com 3 Juli 2026 – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) kembali membuktikan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui aksi rehabilitasi ekosistem pesisir di Pulau Pari, Kepulauan Seribu. Menanam 1.000 bibit mangrove dan 500 bibit lamun, kegiatan ini menjadi wujud nyata dukungan perusahaan terhadap mitigasi perubahan iklim dan perlindungan garis pantai dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
Aksi penanaman 1.000 bibit mangrove dan 500 bibit lamun (seagrass) sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Kegiatan ini mengusung semangat NowForClimate dan berfokus pada pemulihan ekosistem blue carbon yang mampu menyerap karbon hingga lima kali lebih besar dibanding hutan daratan, sekaligus melindungi pantai dari abrasi.
– Pelaksana Utama: PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Regional 3 Kalimantan.
– Mitra Pendamping: Organisasi lingkungan Lindungi Hutan, kelompok petani, dan masyarakat Pulau Pari.
– Peserta Lapangan: 40 pekerja PHI dari berbagai fungsi yang terlibat langsung.
– Narasumber: Manager Environment PHI, Kemas Adrian.
Kegiatan dilaksanakan pada Minggu lalu (dalam rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia), dengan rilis pers diterbitkan pada Jumat, 3 Juli 2026.
Kawasan Pesisir Pulau Pari, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.
– Mitigasi Perubahan Iklim: Mangrove dan lamun berfungsi sebagai penyerap karbon alami (blue carbon) yang vital untuk menjaga keseimbangan atmosfer.
– Perlindungan Fisik Wilayah: Merehabilitasi kawasan pesisir yang mengalami degradasi akibat abrasi, penyusutan padang lamun, dan kenaikan muka air laut.
– Dukungan SDGs: Mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya pengentasan kemiskinan, pekerjaan layak, penanganan iklim, dan ekosistem daratan/lautan.
– Ekonomi Masyarakat: Menjaga produktivitas sektor perikanan yang menjadi sumber mata pencaharian utama warga Pulau Pari.

PHI menerapkan pendekatan kolaboratif dengan menggandeng organisasi lingkungan dan masyarakat lokal agar program berjalan berkelanjutan. Manager Environment PHI, Kemas Adrian, menegaskan bahwa keberhasilan industri kini diukur dari kontribusi terhadap lingkungan sekitar. Melalui sinergi antara dunia usaha, masyarakat, dan mitra TJSL bersama SKK Migas, PHI tidak hanya menanam pohon tetapi juga membangun ketahanan pesisir. Program ini sejalan dengan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) Subholding Upstream Pertamina, memastikan bahwa operasional migas di Zona 8, 9, dan 10 Kalimantan tetap selaras dengan kelestarian alam dan kesejahteraan masyarakat pesisir Indonesia.
Erick.H / Redaksi
